Seorang agen properti biasanya punya lebih banyak listing daripada yang muat di profilnya, sehingga sebagian besar pekerjaan ditanggung oleh link in bio. Instagram memberi 150 karakter untuk bio dan beberapa link. TikTok memberi 80 karakter dan satu link saja, itu pun hanya untuk akun dengan 1.000 pengikut atau akun bisnis terverifikasi. Sementara itu, pertanyaan dari calon pembeli selalu tentang satu properti tertentu: berapa harganya, di mana lokasinya, dan kapan bisa survei.
Panduan ini membahas teks bio, halaman di balik link in bio, link terpisah untuk setiap listing, dan QR code pada plang di depan rumah. Panduan ini juga menjelaskan apa yang perlu dilakukan dengan kode tersebut setelah rumahnya terjual dan plangnya dipindah ke properti berikutnya.
Apa yang dicari pembeli di profil Anda
Orang datang ke profil agen lewat dua jalan. Sebagian melihat video listing dan menginginkan rumah itu saja. Sebagian lagi sedang mencari agen di daerahnya dan ingin tahu apakah Anda memegang area tersebut. Bio harus memberi tahu kelompok kedua di mana Anda bekerja dan jenis properti apa yang Anda pasarkan. Link harus membawa kelompok pertama ke listing yang mereka cari dengan satu ketukan.
Di sebagian besar profil agen, yang terjadi justru sebaliknya. Bio berisi penghargaan dan slogan kantor, sementara link mengarah ke website kantor, tempat pengunjung harus mencari agennya dulu, lalu rumahnya. Pada titik itu, orang yang baru menonton video dapur berdurasi 40 detik biasanya sudah kembali menggulir feed.
Contoh bio agen properti untuk Instagram dan TikTok
Tugas bio adalah menyebutkan di mana Anda bekerja, apa yang Anda jual, dan bahwa listing ada di link. Nama dan foto Anda sudah tampil di atasnya, jadi tidak perlu diulang.
Contoh untuk Instagram (batasnya 150 karakter):
Agen properti Jakarta Selatan dan BSD. Rumah di bawah Rp2 M. Listing baru tiap minggu, jadwalkan survei lewat link.
Teks ini 115 karakter. Untuk TikTok, yang batasnya 80 karakter:
Agen properti Jaksel. Tur rumah tiap Kamis. Listing dan survei di link.
Yang ini 71 karakter. Apa saja yang dihitung dalam batas TikTok dijelaskan di artikel batas karakter bio TikTok.
Kalau karakternya masih cukup, ada dua hal yang layak ditambahkan. Pertama, area yang paling Anda kuasai, dengan nama yang dipakai warga setempat, seperti "Bintaro", "Cilandak", atau "Kemang", karena pembeli mencari dengan kata-kata itu. Kedua, nama kantor agen Anda. Dari situlah pengunjung membedakan agen yang bekerja secara resmi dari akun pribadi biasa.
Apa yang perlu ada di halaman link in bio
Halaman di balik link sebaiknya tampil seperti daftar listing singkat, dengan properti terbaru di paling atas. Halaman link in bio yang disusun dari kartu memungkinkan hal ini tanpa website:
- Satu kartu produk untuk setiap listing aktif. Kartu ini bisa menampilkan satu foto, judul seperti "3 KT, 2 KM, LT 120 m², Bintaro", deskripsi singkat, harga, dan harga diskon. Saat pemilik menurunkan harga, harga lama tetap terlihat dengan coretan, dan pembeli langsung memperhatikannya.
- Kartu video untuk tur rumah. Link YouTube, Vimeo, dan TikTok bisa diputar di halaman, jadi pembeli menonton tur tanpa meninggalkan halaman.
- Kartu peta untuk alamat kantor Anda atau lokasi open house akhir pekan ini.
- Kartu teks hingga 255 karakter untuk jam open house atau catatan seperti "Sudah ada tanda jadi, listing baru datang Jumat".
- Tombol WhatsApp atau telepon untuk menjadwalkan survei.
Tampilkan hanya properti yang sedang Anda pasarkan. Halaman berisi 14 kartu yang separuhnya sudah terjual membuat pembeli ragu mana yang masih tersedia. Saat sebuah properti sudah ada tanda jadi, sembunyikan kartunya, jangan dihapus. Kalau transaksinya batal, kartu itu tinggal diaktifkan lagi.
Permintaan survei dengan satu ketukan
Link WhatsApp bisa membawa pesan pertama. Pasang link seperti ini di bawah setiap listing, dengan lokasi properti sudah tertulis di pesannya:
https://wa.me/6281234567890?text=Halo%2C%20saya%20mau%20survei%20rumah%20di%20Bintaro
Pembeli mengetuk, WhatsApp terbuka dengan teks "Halo, saya mau survei rumah di Bintaro", lalu ia tinggal menekan kirim. Saat pesan masuk, Anda sudah tahu properti mana yang dimaksud. Dengan enam listing aktif dan puluhan pesan "masih ada?", cara ini menghemat banyak waktu.
Satu link pendek untuk setiap listing
Halaman bio menghitung kunjungan dan menunjukkan asalnya: sumber rujukan (referrer), negara, perangkat, dan tag UTM. Halaman ini tidak mencatat kartu mana yang diketuk pengunjung. Padahal bagi agen properti, angka itulah yang paling penting, karena menunjukkan listing mana yang menarik orang.
Solusinya adalah memberi setiap listing link pendeknya sendiri dan memakainya sebagai tujuan kartu. Gunakan alat untuk memperpendek link, buat link seperti linx.ly/bintaro-3kt dan linx.ly/bsd-cluster-baru, arahkan masing-masing ke listing di Rumah123, 99.co, atau website kantor Anda, lalu pakai link pendek itu di kartu. Setiap link menyimpan jumlah kliknya sendiri.
Link pendek yang sama bisa dipakai di mana pun Anda membahas properti itu: caption TikTok, stiker story, pesan ke calon pembeli, deskripsi tur di YouTube. Artikel tentang pelacakan klik menjelaskan apa saja yang dihitung. Kalau Anda memasang iklan untuk sebuah listing, tambahkan parameter UTM agar trafik berbayar terpisah dari orang yang menemukan properti itu sendiri.
TikTok untuk agen properti: masalah link
Video tur rumah paling banyak ditonton di TikTok. Masalahnya, link di caption TikTok hanyalah teks biasa, dan kolom link di profil hanya muncul untuk akun dengan 1.000 pengikut atau akun bisnis terverifikasi. Langkah untuk mendapatkan kolom itu ada di artikel cara menambahkan link di bio TikTok.
Sampai kolom link muncul, sebutkan alamat halaman Anda di akhir video dan tampilkan sebagai teks di layar. linx.ly/namaanda cukup pendek untuk diingat dan diketik. Begitu kolomnya muncul, alamat yang sama Anda masukkan ke sana, dan alamat yang Anda sebut di video lama tetap berlaku.
Setiap video membahas satu properti, jadi akhiri dengan mengarahkan orang ke properti itu: "Rumah 3 KT di Bintaro ada di kartu pertama link bio saya." Lalu pastikan rumah itu memang ada di kartu pertama. Listing yang ramai ditonton bulan lalu tapi sudah terjual tidak boleh tetap berada di paling atas.
QR code untuk plang, bukan untuk listing
Setiap link yang Anda buat otomatis mendapat QR code. Kebanyakan agen menaruh kode listing di plang "Dijual" atau di brosur yang ditempel di jendela. Masalahnya, plang dipakai berulang kali, sedangkan listing tidak. Kalau Anda mencetak kode yang membuka rumah di Bintaro, kode itu tidak berguna lagi sejak rumah tersebut terjual.
Cetaklah kode untuk plangnya. Buat satu link untuk setiap plang fisik: linx.ly/plang-01, linx.ly/plang-02, dan seterusnya. Arahkan masing-masing ke listing tempat plang itu sedang terpasang. Saat rumah terjual dan plang pindah ke jalan lain, ubah tujuannya di dasbor. Plang, stiker, dan kode yang sudah dicetak tetap seperti semula. Ini hanya bisa dilakukan karena kode membuka link yang bisa diedit, dan itulah perbedaan antara QR code dinamis dan statis.
Pemindaian dihitung per link, jadi Anda juga bisa melihat di jalan mana orang berhenti dan mengeluarkan ponsel. Isi laporan pemindaian dijelaskan di artikel tentang melacak pemindaian QR code.
Brosur open house bisa memakai cara yang sama. Satu link untuk brosur, satu untuk plang, dan satu untuk poster di kaca kantor. Sebulan kemudian, Anda tahu mana dari ketiganya yang benar-benar dipindai orang.
Cara membuat link in bio untuk agen properti
- Daftar di Linxly dan mulai uji coba gratis 7 hari.
- Buat satu link pendek untuk setiap listing aktif dan satu untuk setiap plang yang Anda punya.
- Susun halaman: listing terbaru di paling atas, lalu video tur, info open house, peta, dan tombol WhatsApp.
- Jadikan nama Anda sebagai slug halaman, misalnya
linx.ly/dewisantoso. Alamat seperti ini mudah diucapkan di video. - Pasang alamat halaman di kolom link Instagram dan TikTok, tanda tangan email, dan kartu nama Anda.
- Cetak kode untuk plang, lalu perbarui tujuan link setiap kali plang dipindahkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang sebaiknya ditulis agen properti di bio Instagram?
Area tempat Anda bekerja, jenis properti yang Anda pasarkan, nama kantor agen, dan satu kalimat yang mengarahkan ke link. Penghargaan dan slogan bisa ditaruh di halaman link, di sana ruangnya lebih leluasa.
Bisakah semua listing saya ditampilkan dalam satu link?
Bisa. Setiap listing tampil di kartu produknya sendiri dengan foto, harga, dan link ke detail lengkap, yang terbaru di paling atas. Cara bidang lain menyusun kartunya bisa Anda lihat di artikel contoh link in bio terbaik.
Apa yang terjadi pada QR code di plang setelah rumahnya terjual?
Kalau kode membuka link pendek, Anda tinggal mengubah tujuan link itu, dan kode yang sama akan membuka listing berikutnya. Kalau kode dibuat langsung dari alamat listing, kode itu tetap membuka halaman lama dan harus dicetak ulang.
Bagaimana cara tahu listing mana yang paling diminati?
Beri setiap listing link pendeknya sendiri dan pakai link itu di kartu, caption, dan brosur. Setiap link menghitung kliknya secara terpisah, dan pemindaian QR code dari link yang sama masuk ke laporan yang sama.
Apakah saya masih butuh website kalau sudah punya halaman link in bio?
Detail lengkap dan foto tetap ada di website kantor atau portal properti. Halaman bio membawa pembeli dari Instagram atau TikTok langsung ke properti yang tepat, sesuatu yang jarang dilakukan halaman utama kantor agen.